test

Tokoh – Tokoh Filsafat Idealisme

(oleh fernando abdillah)

Tokoh – Tokoh Filsafat Idealisme
Hugel (1770-1831)
Hasil gambar untuk Hegel (1770-1831)Hugel yang nama lengkapnya George Wilhelm Friedich Hegel  lahir di Stuttgart,Jerman pada tnaggal 17 agustus 1770. Ayahnya seorang pegawai rendah bernama George Ludwig Hegel dan ibunya yang tidak terkenal itu bernama Maria Magdalena.pada usia 7 thun ia memasuki sekolah latin,kemudian gymnasium.Hegel muda ini tergolong anak telmi alias telat mikir! Pada usia 18 tahun ia memasuki sekolah tinggi teologi di Tubingen dan setamatnya dari sekolah tersebut ia menjadi tutor,selain mengajar di yena.pada usia 41 tahun ia menikah dengan Marie von Tucher. Karirnya selain menjadi direktur sekolah menengah,juga pernah menjjadi redaktur surat kabar.ia diangkat menjadi guru besar di Heidelberg dan kemudian pindah ke berlin hingga di kemudian hari ia menjadi rektor universitas berlin (1830). Walaupun telmi Hegel muda itu rajin,maka dari itu ia menjadi professor dan rektor serta filsuf yang terkenal. ia adalah seorang filsuf idealis Jerman yang lahir di StuttgartWürttemberg, kini di Jerman barat daya. Pengaruhnya sangat luas terhadap para penulis dari berbagai posisi, termasuk para pengagumnya (F. H. BradleySartreHans KüngBruno BauerMax StirnerKarl Marx), dan mereka yang menentangnya (KierkegaardSchopenhauer,NietzscheHeideggerSchelling). Dapat dikatakan bahwa dialah yang pertama
kali memperkenalkan dalam filsafat, gagasan bahwa Sejarah dan hal yang konkret adalah penting untuk bisa keluar dari lingkaran philosophia perennis, yakni, masalah-masalah abadi dalam filsafat. Ia juga menekankan pentingnya Yang Lain dalam proses pencapaian kesadaran diri
Plato (427-347)
Plato (plateau) juga dapat berarti dataran tinggi
Hasil gambar untuk platoPlato (bahasa Yunani: Πλάτων) (lahir sekitar 427 SM - meninggal sekitar 347 SM) adalah seorang filsuf dan matematikawan Yunani, dan pendiri dari Akademi Platonik di Athena, sekolah tingkat tinggi pertama di dunia barat.[3] Ia adalah murid Socrates3 Pemikiran Plato pun banyak dipengaruhi oleh Socrates[4].Plato adalah guru dari Aristoteles.3 Karyanya yang paling terkenal ialah Republik (dalam bahasa Yunani Πολιτεία atau Politeia, "negeri") yang di dalamnya berisi uraian garis besar pandangannya pada keadaan "ideal". Dia juga menulis 'Hukum' dan banyak dialog di mana Socrates adalah peserta utama. Salah satu perumpamaan Plato yang termasyhur adalah perumpaan tentang orang di gua.[3] Cicero mengatakan Plato scribend est mortuus (Plato meninggal ketika sedang menulis).[3]

v  Beberapa Pandangan Plato

Ø  Pandangan Plato tentang Dunia Indrawi/Dunia nyata

Dunia indrawi adalah dunia yang mencakup benda-benda jasmani yang konkret, yang dapat dirasakan oleh panca indera kita.[5]  Dunia indrawi ini tiada lain hanyalah refleksi atau
bayangan dari dunia ideal/dunia rohani.[[5]] Selalu terjadi perubahan dalam dunia indrawi ini.[4] Segala sesuatu yang terdapat dalam dunia jasmani ini fana, dapat rusak, dan dapat mati.[4]

Ø  Pandangan Plato tentang Karya Seni

Pandangan Plato tentang karya seni dipengaruhi oleh pandangannya tentang ide.[[6]] Sikapnya terhadap karya seni sangat jelas dalam bukunya Politeia (Republik).[5] Plato memandang negatif karya seni.[5] Ia menilai karya seni sebagai mimesis mimesos.[5]Menurut Plato, karya seni hanyalah tiruan dari realita yang ada.[5] Realita yang ada adalah tiruan (mimesis) dari yang asli.[5] Yang asli itu adalah yang terdapat dalam ide.[5] Ide jauh lebih unggul, lebih baik, dan lebih indah daripada yang nyata ini.[5]

Ø  Pandangan Plato tentang Keindahan

Pemahaman Plato tentang keindahan yang dipengaruhi pemahamannya tentang dunia indrawi, yang terdapat dalam Philebus.Plato berpendapat bahwa keindahan yang sesungguhnya terletak pada kerohanian. Ia berpendapat bahwa kesederhanaan adalah ciri khas dari keindahan, baik dalam alam semesta maupun dalam karya seni Namun, tetap saja, keindahan yang ada di dalam alam semesta ini hanyalah keindahan semu dan merupakan keindahan pada tingkatan yang rendah.[5]
Tokoh-tokoh lain cukup banyak ,antara lain :  BarkeleyJonathan EdwardsHowisonEdmund HusserlMesser dan sebagainya.[2]







Pandangan-pandangan yang disepakati oleh para filsuf idealisme, yaitu:
  1. Jiwa (soul) manusia adalah unsur yang paling penting dalam hidup.
  2. Hakikat akhir alam semesta pada dasarnya adalah nonmaterial.
Konsep Filsafat Umum Ideologis
  1. Metafisika
    Metafisika adalah cabang filsafat yang mempelajari atau membahas hakikat realitas (segala sesuatu yang ada) secara menyelurh (komprehensif).
Hakikat Realistis
Para filsuf idealis mengklaim bahwa hakikat realitas bersifat spiritual atau ideal. Bagi penganut idealisme, realitas diturunkan dari suatu substansi fundamental, adapun substansi fundamental itu sifatnya nonmaterial, yaitu pikiran/spirit/roh. Benda-benda yang bersifat material yang tampak nyata, sesungguhnya diturunkan dari pikiran/jiwa/roh.
Hakikat Manusia
Menurut para filsuf idealisme bahwa manusia hakikatnya bersifat spiritual/kejiwaan. Menurut Plato, setiap manusia memiliki tiga bagian jiwa, yaitu nous (akal fikiran) yang merupakan bagian rasional, thumos (semangat atau keberanian), danepithumia (keinginan, kebutuhan atau nafsu). Dari ketiga bagian jiwa tersebut akan muncul salah satunya yang dominan. Jadi, hakikat manusia bukanlah badannya, melainkan jwa/spiritnya, manusia adalah makhluk berfikir, mampu memilih atau makhluk yang memiliki kebebasan, hidup dengan suatu aturan moral yang jelas dan bertujuan
  1. Epistemotologi
    Epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari atau membahas tentang hakikat pengetahuan. Menurut filsuf idealisme, proses mengetahui terjadi dalam pikiran, manusia memperoleh pengetahuan melalui berfikir dan intuisi (gerak hati). Beberapa filsuf percaya bahwa pengetahuan diperoleh dengan cara mengingat kembali (semua pengetahuan adalah susatu yang diingat kembali)
3.      AksiologiAksiologi adalah cabang filsafat yang mempelajari atau membahas tentang hakikat nilai. Para filsuf idealisme sepakat bahwa nilai-nilai bersifat abadi. Menurut penganut Idealime Theistik nilai-nilai abadi berada pada Tuhan. Penganut Idealisme Pantheistik mengidentikan Tuhan dengan alam[7]
Tokoh – Tokoh Filsafat Idealisme Tokoh – Tokoh Filsafat Idealisme Reviewed by katar on 00.53 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.