oleh : Fernando Abdillah Putra Pasarean Aktivis Mahasiswa
Di tahun politik ini kita harus bersikap tenang, damai, bernalar tinggi, dan harus tetap menjaga sikap, wibawa dan adab, Di momen ini hati boleh panas fikiran harus tetap dingin, emosi boleh melunjak tapi sikap tingkah laku harus tetap terjaga dan beradab, pilihan boleh beda tapi jangan samapai debat buta hingga saling membenci, lebih baik banyak aksi bukan banyak debat buta,Mari kita Jaga Silaturahmi Walau Pilihan Beda.
Berdasarkan
dua pendapat tersebut, politik dapat dirumuskan sebagai proses
pengambilan keputusan oleh negara sebagai pemegang kekuasaan tertinggi
untuk menghasilkan kebijakan yang bersifat kolektif dalam rangka
melakukan alokasi dan distribusi sumber daya yang terbatas ditengah
perbedaan.
Definisi politik tersebut menempatkan dasar etika yang tinggi karena kepentingan bersama menjadi orientasi utama dari proses politik, maka hal tersebut dapat disebut sebagai proses politik yang mulia atau beradab.
Di tahun politik ini kita harus bersikap tenang, damai, bernalar tinggi, dan harus tetap menjaga sikap, wibawa dan adab, Di momen ini hati boleh panas fikiran harus tetap dingin, emosi boleh melunjak tapi sikap tingkah laku harus tetap terjaga dan beradab, pilihan boleh beda tapi jangan samapai debat buta hingga saling membenci, lebih baik banyak aksi bukan banyak debat buta,Mari kita Jaga Silaturahmi Walau Pilihan Beda.
Jauh sebelum istilah politik muncul, manusia
sebenarnya telah melakukan atau terlibat aktif dalam proses politik.
Politik berlangsung ketika sebuah komunitas masyarakat mengelola sumber
daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan bersama.
Kebutuhan setiap individu yang harus dipenuhi pada kenyataannya dihadapkan pada permasalahan keterbatasan sumber daya. Sumber daya yang terbatas tidak dapat memenuhi kebutuhan semua orang.
Agar tidak terjadi konflik, masyarakat kemudian sadar bahwa harus terdapat orang-orang terpilih yang memegang kekuasaan untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas. Ketika kebutuhan setiap orang tidak dapat dipenuhi, harus dapat dirumuskan keputusan terbaik yang mampu memuaskan semua pihak.
Berdasarkan proses ini politik dapat didefinisikan sebagai penggunaan kekuasaan yang diarahkan untuk mengelola sumber daya yang terbatas dalam rangka mencapai keputusan terbaik demi kebahagiaan semua pihak.
Secara lebih komprehensif, definisi politik ini terkonfirmasi dari unsur-unsur politik yang disampaikan oleh Prof. Miriam Budiardjo dalam bukunya "Dasar-Dasar Ilmu Politik". Budiardjo menjelaskan bahwa politik mencakup beberapa unsur yaitu negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan serta alokasi dan distribusi. Sejalan dengan itu, Rod Hague juga mengatakan bahwa "Politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan diantara anggota-anggotanya".
Kebutuhan setiap individu yang harus dipenuhi pada kenyataannya dihadapkan pada permasalahan keterbatasan sumber daya. Sumber daya yang terbatas tidak dapat memenuhi kebutuhan semua orang.
Agar tidak terjadi konflik, masyarakat kemudian sadar bahwa harus terdapat orang-orang terpilih yang memegang kekuasaan untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas. Ketika kebutuhan setiap orang tidak dapat dipenuhi, harus dapat dirumuskan keputusan terbaik yang mampu memuaskan semua pihak.
Berdasarkan proses ini politik dapat didefinisikan sebagai penggunaan kekuasaan yang diarahkan untuk mengelola sumber daya yang terbatas dalam rangka mencapai keputusan terbaik demi kebahagiaan semua pihak.
Secara lebih komprehensif, definisi politik ini terkonfirmasi dari unsur-unsur politik yang disampaikan oleh Prof. Miriam Budiardjo dalam bukunya "Dasar-Dasar Ilmu Politik". Budiardjo menjelaskan bahwa politik mencakup beberapa unsur yaitu negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan serta alokasi dan distribusi. Sejalan dengan itu, Rod Hague juga mengatakan bahwa "Politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan diantara anggota-anggotanya".
Definisi politik tersebut menempatkan dasar etika yang tinggi karena kepentingan bersama menjadi orientasi utama dari proses politik, maka hal tersebut dapat disebut sebagai proses politik yang mulia atau beradab.
DI TAUN POLITIK NALAR HARUS TINGGI, BERPOLITIK DENGAN ADAB
Reviewed by katar
on
21.53
Rating:
Reviewed by katar
on
21.53
Rating:

Tidak ada komentar: